Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivasi

ITU MIMPI SIAPA?

Gambar
Dibuat : 21.302 / 06-11-2015 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Didedikasikan untuk : "KALIAN" Hei pemimpi, apa kabarmu? Belum terjaga juga kau dari mimpi-mimpi itu, mimpi yang bukan milikmu, bukan juga mimpi orang-orang yang sering ada didekatmu, termasuk aku itu jika aku termasuk yang cukup dekat denganmu. Semoga aku tak mengganggumu, juga semoga saja aku tak membuatmu terjaga di sisa malam itu, meski kuharap itu terjadi agar kau tersadar dan berpikir untuk tidak melanjutkan mimpi-mimpi palsu yang sedang menggaulimu. Lebih dari itu, lebih dari sekedar membuka matamu aku ingin kau bangun dan bersandar pada bantal yang ada di kepalamu, tamparlah wajahmu, jika saja kau mau aku akan membantu sampai terbuka dua mata juga otak-mu. Terserah jika kau anggap sikapku terlalu kasar untukmu. Bangkitlah atau kau lebih memilih melanjutkan tidurmu ketimbang bangun dan habiskan sisa malam dengan secangkir kopi dihalaman rumahmu yang juga menjadi rumahku juga or...

PUING

Gambar
Dibuat : 01.23 / 04-11-2015 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Mana yang lebih berarti? Dia yang hidup dari tanah yang subur, basah, beraroma mewangi dan senantiasa senang tiap hari atau bagian lainnya yang hidup dari hasil perjuangan diantara puing, pecahan beling dan sampah yang beraroma menyesakan. Jangan tanyakan pada jiwa-jiwa yang diperjual belikan! Karena jiwa-jiwa itu tak akan pernah bisa pahami atau juga tak berusaha memahami atau mungkin tak ingin memahami. Sebagian dari yang ada mungkin mengerti, tapi mungkin sebagian lainnya lebih tak peduli. Sebagian mungkin akan berfikir keras tuk satu keputusan dan mungkin sebagian lainnya akan dengan mudah memutuskan. Bukan coba-coba atau cari pembanding! Ini tentang kesempatan yang ada sebelum tertutup sebuah pilihan yang mungkin akan berakhir dengan ratapan sambil mengais atau teriakan serupa hati yang teriris. Kenalilah! Kenalilah, sampai nyata kebenarannya dan tak ada lagi kerag...

KITA EKSEKUTORNYA

Dibuat : 19.01 / 11-08-2015 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Kalau saja ketakutan itu hanya fantasi lalu apakah bisa itu dijadikan alasan untuk berhenti? Juga jika ketakutan itu merupakan momok yang nyata, apa kah bisa juga dijadikan alasan untuk berhenti? Kenapa kita harus takut? Nyata atau pun tidak, kita ini dilahirkan sebagai eksekutor untuk diri kita sendiri paling tidak. Jadi kenapa harus takut? Toh mau atau tidak kita harus memilih keputusan yang kita anggap paling baik. Kita cuma harus berhati-hati mengambil keputusan, kita cuma harus bijak, kita cuma harus buka mata, telinga, hati dan fikiran untuk tiap keputusan yang kita ambil. "TUHAN BERSAMA ORANG-ORANG PENBERANI, SEMOGA TUHAN MENGIRINGI SETIAP LANGKAH KITA." Pendopo Ekonomi Univ. Darma Persada

SEBAGIAN KECIL DARI YANG LAINNYA

Gambar
Dibuat :  16.41  / 04-04-2015 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Indah ya memang indah, sebagian menganggap seperti itu. Tapi mungkin hanya sebagian kecil saja, sebagian bahkan akan menganggap menjijikan, entah atas dasar apa. Keduanya masih tak dapat di jelaskan, keduanya sama-sama punya alasan kenapa jadi menjijikan dan kenapa jadi sebuah keindahan. Itu baru dua, masih ada dua lainnya. Ini satu dari yang dua lainnya, yang satu ini selalu menjadikan-Nya pujaan, beragam hadiah didatangkan bahkan sampai harus ada yang di korbankan. Yang ini sedikit membingungkan, dia memuja-Nya tapi bukan yang sebenarnya, entah siapa dan entah apa yang dipujanya. Aku tak akan bertanya karena aku tak akan sudi jadi dia. Aneh....memang. Dia akan datang ketika ada maunya, ketika harus ada yang di minta, kembali setelah mendapatkan apa yang diminta dan untuk meminta yang lainnya lagi terus seperti itu. Padahal Nya tak pernah memberikannya. Ini yang kedua dari dua lainnya. Siapa dia? Ya, d...

JANGAN DIAM

Gambar
Dibuat :  20.33 /  16-12-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Jangan diam! Bicarakanlah ketakutanmu, bukan dengan orang hitam itu! Tapi padaku yang tak kau yakini mampu menuntun jalanmu. Percayailah! Terserah siapa saja, mereka yang terselip belati disela-sela tubuhnya, atau aku yang tak mempersenjatai diriku. Pilihlah! Meski aku tak ingin kau jadikan pilihan. Pilihlah dimana kau akan merasa aman, dengan mereka yang selalu merasa haus dan kelaparan atau aku yang hanya menikmati apa yang disediakan untukku. Aku bukan penipu, tapi tidak ku katakan juga mereka telah menipumu. Aku hanya katakan tentang aku agar kau tau, meski aku tak yakin kau mau tau. Aku akan sirami kau dengan kebenaran-kebenaran yang aku tau, bukan pembenaran yang mereka umpankan untuk mu. Mereka tau itu! Tapi tak mungkin mereka akan beri tahu itu. Jika saja bicaraku kau anggap pembelaanku, aku akan diam seperti yang sering ku perlihatkan ketika keraguanmu terjadi.

JANGAN SAMPAI TUHAN PERCUMA

Gambar
Dibuat :  14.26 /  30-05-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Bukan kau atau aku… Bukan juga mereka yang sedang berlari bertelanjang kaki.. Atau juga dia yang sedang memandang sinis dengan raut wajah yang tak manis.. Juga bukan dia yang menutup wajah dengan dua helai tangan merenungi hidup yang tak indah.. Ini tentang semua yang bernyawa.. Ynag ada nafas dan rasa pada dirinya.. Yang mengalir darah dalam tubuhnya.. Dan tidak bertindak hanya berdasar logikanya.. Hiduplah aku dan kalian.. Tapi bukan hanya sekedar bernafas saja.. Atau sekedar makan saja.. Sebab Tuhan menjadi percuma menciptakan kau, kalian dan mereka.. Bergunalah, itu saja!! “JANGAN SAMPAI TUHAN PERCUMA”

YANG BERHARGA YANG TERSISA KINI

Gambar
Dibuat :  20.42 /  18-02-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Diam dan Biarkan Biarkan mereka melihat bangunan kecil yang kau bangun saat ini, selanjutnya dengarkanlah caci maki mereka dan tanam dalam-dalam!! Biarkan saja!! Kau tak perlu gusar atas perlakuan kasar yang kau rasakan, kau tak perlu marah atau lelah dengan semua yang keluar dari mulut mereka!! Biarkan!! Mereka bicara karena ada peduli pada diri mereka, mereka memaki agar kau lebih peka dari ini. Caci maki mereka adalah wajah lain dari cintanya.. Kenali!! Kau harus tau mana benci mana cinta, dan ajarkan pada dirimu. Ajarkan dirimu untuk mencinta, bukan untuk membencinya.. Tunggu sampai Kau mengerti dan tunggu sampai bangunan kecilmu ber-Evolusi dan menjadi besar dan lebih besar lagi dari kini.. Sabar dan jangan pernah berhenti, istirahatlah jika lelah selanjutnya bangkit kembali dan selesaikan sisa jalan hidupmu ini.. Yang berharga yang tersisa ki...

PETANI

Gambar
Dibuat :  22.02 / 26-05-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Aku orang yang terbiasa dengan peluh di sekujur tubuh, dengan ragam aroma membuat orang-orang semacam-mu menjauh karena kau akan merasa seperti terbunuh. Aku petani dengan peluh, pergerakkanku terjadi semenjak subuh hingga matahari berlabuh. Peluhku, ku kumpulkan untuk aku tukarkan dengan apa saja agar aku, istri dan anak-anak ku bisa makan. Karena aku hanya petani. Hidup ku penuh dengan kesederhanaan, karena kemewahan masih menjadi mimpi yang sulit aku dapatkan. Aku menjalani hidup ku yang biasa dari mengumpulkan tenaga-tenagaku yang tersisa, aku menikmatinya tanpa harus memikirkan kurangnya dimana. Setiap petang istriku datang, membawakan sebuah keranjang untuk makan siang, lauk sederhana dibuat dengan penuh cinta tersaji dan ku santap habis semuanya tanpa sisa. Aku tak pernah bayangkan hidup lebih dari ini, aku cukup dengan yang aku miliki saat ini, bahagia dengan segala yang telah aku punya, segala yang ta...

BERKIBARLAH PANJI KU

Gambar
Dibuat : 00.01 / 29-09-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Berkibarlah tinggi dan semakin tinggi,  hingga semakin banyak mata memandang  dan mengenal Mu lagi.  Tebarlah segala macam bibit-bibit bunga,  hingga kau bersemi dan semakin berseri dengan sanjungan  serta puja puji untuk kau panji-panji  yang selalu terjaga dibahu Kami. Tegaklah jangan goyah,  meski badai menerjang dan angin kencang menggoncang,  maka tak akan pernah ada lagi kau dengar serapah yang anggap kau lemah. Sapalah terus senja dan petang  hingga waktu yang panjang berulang lelah  tak berhasil membuat kau jadi usang  dalam pergantian gelap dan terang. Terjagalah jangan lengah,  buat mereka yang penuh amarah jengah  dan terperangah sebab Kau tak ditakdirkan untuk mengalah atau kalah. Kami punggawa-punggawamu  dan setiap saat kami akan selalu bersamamu, menjagamu, melindungimu, membelamu   dan temani tiap kibarmu.

SEMOGA TAK TERLALU TINGGI

Gambar
Dibuat :  01.33 /  15-09-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Seperti terlalu kecil, terlalu lemah dan terlalu rendah.. Yang terlihat jadi seperti terlalu besar dan semakin besar karena ketakuatan yang membesar membawa semakin jatuh kedasar. Yang dipandang menjadi seperti terlalu tinggi dan semakin tinggi hingga keberanian tak ada lagi habis digerogoti rasa tak pantas yang semakin menjadi-jadi. Yang ditatap menjadi seperti terlalu jauh dan semakin jauh hingga gapaian tangan ini malu karena rasa tak mampu untuk memeluk jadi satu. Risalah hati seorang pendaki, penjejak kaki yang mencoba meyakinkan hati dari sepi yang bernyanyi dalam nurani, bernyanyi dan menari dendangkan lara yang menyelimuti hati yang patah sedang lainya bersorak kegirangan seolah telah menggenggam kemenangan dari pertandingan yang waktunya masih amat panjang. Yang kecil dengan mimpi besar selalu mencoba untuk mengejar, berlari atau berjalan lalui segala yang harus dan tak harus dihada...

BEBASKAN DIRI

Gambar
Dibuat :  19.13 /  16-05-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh INI ADALAH SAAT AKU AKAN BEBASKAN FIKIRAN KU  DARI BELENGGU-BELENGGU HIDUP YANG MENYSAKAN KU,  MELEPASKAN DIRI DARI KESEMENTARAAN  DAN COBA DEKATI KEABADIAN. AKU DIAM  DALAM DERU BISING SAPUAN ANGIN TAJAM BAGAI BELATI YANG MENUSUK TIAP BAGIAN PERABA TUBUHKU MEMBUAT KU TERKURUNG BANYAK ANGAN. AKU BUTA DALAM MATA YANG TERBUKA, AKU MERASAKAN BANYAK RASA YANG SIA-SIA MENYUGUHKAN KEBINASAAN UNTUK AKU DAN MEREKA. DIDEPAN KU MUNCUL SATU, DUA DAN SEMAKIN BANYAK WAJAH YANG TAK DAPAT AKU JAMAH, WAJAH DENGAN SENYUM DAN BIBIR YANG MEREKAH, MATA YANG CERAH, TAWARKAN JUGA INGATKAN AKU JANGAN SERAKAH.. AKU LEPASKAN LANGKAH-LANGKAH YANG LELAH BER'EGO SELALU TAK MAU KALAH, TAK MAU DIANGGAP LEMAH DAN TERBAKAR PENUH AMARAH.. AKU BIARKAN ANGIN MEMBAWANYA PERGI JAUH DAN TINGGI DENGAN BESAR HARAP SEMUA JANGAN PERNAH KEMBALI DAN TERJADI LAGI.. AKU BELAJAR...

PENYENDIRI

Gambar
Dibuat :  16.27 /  21-05-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Hey penyendiri Aku diikuti bulan Bulan yang sama kau lihat Yang berikan terang malam-malam Menjadi penjaga para bintang Dan pengantar tidur panjang Induk Elang Dia yang mengikuti diam Iringi langkah tiap jalan Dan temani para penyendiri berlarian Aku dan Kau Kau penyendiri yang sama Tak luka kau lihat mereka Mereka yang riang bersama Lepas tawa dengan rona warna bahagia Karena hidupnya terlihat sempurna Sementara kau semakin tenggelam Dalam sepi yang erat menggenggam Kau usap jiwa Mu Kau belai rasa yang mengurung jiwa Mu Biar reda siksa Biar hilang segala luka Kau rasa Luka sayat dan tikaman Hey penyendiri Luka ku tak nyata Apa fikir mu?? "Penyendiri"

SERBA TERBALIK

Gambar
Dibuat :  16.22 /  1 7-04-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh ----------------- Tengoklah !! Dan perhatikan sekelilingmu !! Lihatlah dengan jelas karena memang sudah telihat sangat jelas, jika tidak itu berarti kau buta atau kemungkinan lainnya kau sudah jadi bagian dari yang kulihat dengan jelas. Semua tak lagi sama, tak berjalan sesuai dengan yang seharusnya digariskan, ini berarti terjadi perlawanan atau pengkhianatan terhadap takdir Tuhan atau mungkin Tuhan memang telah menggariskan begini. Ini yang kulihat, kebencian, dendam, permusuhan, persaingan, kesombongan, penindasan, menyakiti, melukai, membunuh, merampas dan banyak lagi hal tak biasa semakin sering dan biasa terjadi. Kini sulit kulihat tebaran cinta, junjungan terhadap kehormatan semakin abu-abu, rasa saling melindungi semakin terbang tinggi, keinginan menjaga sudah tak mampu terbeli dan jiwa-jiwa saling berbagi sudah terkubur mati. Semua semakin musnah sudah. Sekarang rumput yang datan...

AKU CAMAR

Gambar
Dibuat :  02.28 /  13-04-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh ------------------------ Samudera… Aku tahu ka r ena aku melintasinya, aku melihatnya dari ketinggian  menyaksikan keindahan nya bersama  gerombolan ku. Kepakan sayapku jauh membawaku pergi ketempat-tempat yang bahkan tak ku kenali. Aku menyaksikannya bukan sekedar mendengar dari telinga yang samar, aku melihatnya terhampar luas tersebar bukan hanya memandang dari sebuah gambar dan aku takjub. Dari sana dari tempat-tempat yang tak kukenali aku maka n , hidup dan lahirkan penerus bangsa sejenis ku juga jenis lain dari bangsa tak sejenis dengan aku. Kuhidupi mereka anak-anak ku dengan yang ada dan kucari, kuajari mereka berdiri, kepakan sayap hingga mereka mampu hidup dan terbang dengan gerombolannya sendiri setelah aku mati nanti. Aku tak akan ditinggalkan karena aku rasa benar dengan apa yang telah aku lakukan, aku lepas dia bersama kebebasan aku biarkan dia pergi bersama kepakan sayapny...

MASA-MASA

Gambar
Dibuat :  20.27 /  28-02-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Sisi gelap, hitam, terang, putih Adalah bagian dari aku kini Aku tidak membunuhnya, m asa lalu ku Tapi aku juga tak ingin dia membunuhku sadis Tikaman pelan tapi mematikan Aku akan biarkan tiap goretan dalam sisi-sisi hidupku Semuanya, semua tentang luka atau melukai Atau tentang tawa dan menertawai Entah tentang apa saja itu Tak akan ku hapus juga tak akan terhapus Biarkan dan lihat siapa yang mendominasi Jalan ini adalah lukisan hidup Dan aku sedang melukisnya Aku akan beri ragam warna sesuai mau ku Atau juga sesuai jalan Tuha untuk ku Aku seniman, kita semua seniman Dan kita akan sama memberi warna pada kehidupan kita Goretan akan kita cipta Tentang apa saja Tentang gemilang warna atau juga gelap jalanan Semua tentang masa laluku belum pasti tentang masa depanku Juga mungkin masa laluku akan jadi sebaliknya ...

MERINDU

Gambar
Dibuat :  01.55 /  23-02-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Kebisingan membungkam jiwa pengelana Dalam hujan dia hentikan jalan Diam dia bicara dalam mulut yang tergadaikan Dia bersuara hanya untuk dirinya Tak ada orang lain Entah karena ditinggalkan atau meninggalkan Dia disana !! Didepan tungku perapian entah milik siapa Baranya masih menyala Apinya masih tersisa Bara dan api itu ditinggalkan tak dibawa pulang pemiliknya Gubuk petani Disana dia sejenak istirahatkan jasadnya yang lelah Jasad yang bersandar dalam diam Namun fikirannya jauh pergi dalam angan Angan yang merindu teman bicaranya Sang Pengelana merapatkan duduknya Hangat meraba tubuhnya yang kuyup sebab hujan dijalan Hilang sudah badan bergetar Berhenti sudah nafas tak beraturan Dia hangat Dia hanya beristirahat Jauh dalam dadanya dia meyakini Tuhan telah berikan jalan ini Dan dia akan terus telusuri Tidak mencari sebab Tuhan telah berjanji Berusaha mesk...