Postingan

DIKETINGGIAN

Gambar
Dibuat : 02.49 / 22-04-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Aku menikmatinya.. Ketika angin berhembus berubah arah, ket ika lirih sepoi berbisik lemah dan lantunan kumandang nyanyian alam begitu sorak sorai. Aku menikmatinya.. Disini kulihat begitu banyak yang hidup menari, menikmati irama bicara angin pada bumi.  Gerak halus awan putih saling tembus, tak ada penolakan yang ada penerimaan dengan tulus. Ada perbedaan ditiap waktu.. Lalu, ketika aku bertemu mentari aku seperti dicumbu dari tidurku.  Kehangatan yang gerayangi tubuh begitu menggetarkanku.  Bukan jemari, ini seperti perlahan membenamkan tubuhku dalam dan pelan.  Hangat tapi tidak menyengat, seperti ada jeda tubuhku untuk menyesuaikan diri. Aku jauh, tapi luas pandangan ku.. Semua tampak lebih terbuka tapi tak jelas.  Semua gerak laku-nya hanya bisa ku tebak-tebak tanpa mengerti sebab apa mereka berpijak juga sebab apa mereka mengelak. Aku mendengarnya.. Nyanyi...

BEBASKAN DIRI

Gambar
Dibuat :  19.13 /  16-05-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh INI ADALAH SAAT AKU AKAN BEBASKAN FIKIRAN KU  DARI BELENGGU-BELENGGU HIDUP YANG MENYSAKAN KU,  MELEPASKAN DIRI DARI KESEMENTARAAN  DAN COBA DEKATI KEABADIAN. AKU DIAM  DALAM DERU BISING SAPUAN ANGIN TAJAM BAGAI BELATI YANG MENUSUK TIAP BAGIAN PERABA TUBUHKU MEMBUAT KU TERKURUNG BANYAK ANGAN. AKU BUTA DALAM MATA YANG TERBUKA, AKU MERASAKAN BANYAK RASA YANG SIA-SIA MENYUGUHKAN KEBINASAAN UNTUK AKU DAN MEREKA. DIDEPAN KU MUNCUL SATU, DUA DAN SEMAKIN BANYAK WAJAH YANG TAK DAPAT AKU JAMAH, WAJAH DENGAN SENYUM DAN BIBIR YANG MEREKAH, MATA YANG CERAH, TAWARKAN JUGA INGATKAN AKU JANGAN SERAKAH.. AKU LEPASKAN LANGKAH-LANGKAH YANG LELAH BER'EGO SELALU TAK MAU KALAH, TAK MAU DIANGGAP LEMAH DAN TERBAKAR PENUH AMARAH.. AKU BIARKAN ANGIN MEMBAWANYA PERGI JAUH DAN TINGGI DENGAN BESAR HARAP SEMUA JANGAN PERNAH KEMBALI DAN TERJADI LAGI.. AKU BELAJAR...

PENYENDIRI

Gambar
Dibuat :  16.27 /  21-05-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Hey penyendiri Aku diikuti bulan Bulan yang sama kau lihat Yang berikan terang malam-malam Menjadi penjaga para bintang Dan pengantar tidur panjang Induk Elang Dia yang mengikuti diam Iringi langkah tiap jalan Dan temani para penyendiri berlarian Aku dan Kau Kau penyendiri yang sama Tak luka kau lihat mereka Mereka yang riang bersama Lepas tawa dengan rona warna bahagia Karena hidupnya terlihat sempurna Sementara kau semakin tenggelam Dalam sepi yang erat menggenggam Kau usap jiwa Mu Kau belai rasa yang mengurung jiwa Mu Biar reda siksa Biar hilang segala luka Kau rasa Luka sayat dan tikaman Hey penyendiri Luka ku tak nyata Apa fikir mu?? "Penyendiri"

SERBA TERBALIK

Gambar
Dibuat :  16.22 /  1 7-04-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh ----------------- Tengoklah !! Dan perhatikan sekelilingmu !! Lihatlah dengan jelas karena memang sudah telihat sangat jelas, jika tidak itu berarti kau buta atau kemungkinan lainnya kau sudah jadi bagian dari yang kulihat dengan jelas. Semua tak lagi sama, tak berjalan sesuai dengan yang seharusnya digariskan, ini berarti terjadi perlawanan atau pengkhianatan terhadap takdir Tuhan atau mungkin Tuhan memang telah menggariskan begini. Ini yang kulihat, kebencian, dendam, permusuhan, persaingan, kesombongan, penindasan, menyakiti, melukai, membunuh, merampas dan banyak lagi hal tak biasa semakin sering dan biasa terjadi. Kini sulit kulihat tebaran cinta, junjungan terhadap kehormatan semakin abu-abu, rasa saling melindungi semakin terbang tinggi, keinginan menjaga sudah tak mampu terbeli dan jiwa-jiwa saling berbagi sudah terkubur mati. Semua semakin musnah sudah. Sekarang rumput yang datan...

AKU CAMAR

Gambar
Dibuat :  02.28 /  13-04-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh ------------------------ Samudera… Aku tahu ka r ena aku melintasinya, aku melihatnya dari ketinggian  menyaksikan keindahan nya bersama  gerombolan ku. Kepakan sayapku jauh membawaku pergi ketempat-tempat yang bahkan tak ku kenali. Aku menyaksikannya bukan sekedar mendengar dari telinga yang samar, aku melihatnya terhampar luas tersebar bukan hanya memandang dari sebuah gambar dan aku takjub. Dari sana dari tempat-tempat yang tak kukenali aku maka n , hidup dan lahirkan penerus bangsa sejenis ku juga jenis lain dari bangsa tak sejenis dengan aku. Kuhidupi mereka anak-anak ku dengan yang ada dan kucari, kuajari mereka berdiri, kepakan sayap hingga mereka mampu hidup dan terbang dengan gerombolannya sendiri setelah aku mati nanti. Aku tak akan ditinggalkan karena aku rasa benar dengan apa yang telah aku lakukan, aku lepas dia bersama kebebasan aku biarkan dia pergi bersama kepakan sayapny...

SEPERTI MATA AIR

Gambar
Dibuat :  01.43 /  10-03-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Kadang tak terlihat kau dari pandanganku yang terlalu buram bahkan mungkin buta, tapi ada air mu mengaliri selusuri rimba dalam riak tenang atau deras dibatuan cadas yang larut dalam waktu kau hempas mudah . Aku tahu itu !! Ibumu melahirkanmu dari celah tanah dan batuan yang merekah serta olehnya diberikan k au teman-teman dan sahabat untuk menemani seluruh jalan pilih a nmu agar jadi lebih indah. Mereka yang kau hidupi tak semua terlihat olehmu juga tak semua dari mereka sempat melihatmu meski kau hanya ciptaan seperti aku dan mereka , tapi dari mereka kau mengerti tentang tak harus terbalasnya kesetiaan dengan kecintaan berlimpah yang kau berikan . Batuan itu berikan jalan airmu mengalir hingga kehilir, rimba pohon itu tumpang tindih silih ganti mendengar juga melihat kau tak henti mengalir dan penafas yang beranak pinak dengan ragam wajah rupa warna terus saja berganti mendekat pergi ke...

MASA-MASA

Gambar
Dibuat :  20.27 /  28-02-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Sisi gelap, hitam, terang, putih Adalah bagian dari aku kini Aku tidak membunuhnya, m asa lalu ku Tapi aku juga tak ingin dia membunuhku sadis Tikaman pelan tapi mematikan Aku akan biarkan tiap goretan dalam sisi-sisi hidupku Semuanya, semua tentang luka atau melukai Atau tentang tawa dan menertawai Entah tentang apa saja itu Tak akan ku hapus juga tak akan terhapus Biarkan dan lihat siapa yang mendominasi Jalan ini adalah lukisan hidup Dan aku sedang melukisnya Aku akan beri ragam warna sesuai mau ku Atau juga sesuai jalan Tuha untuk ku Aku seniman, kita semua seniman Dan kita akan sama memberi warna pada kehidupan kita Goretan akan kita cipta Tentang apa saja Tentang gemilang warna atau juga gelap jalanan Semua tentang masa laluku belum pasti tentang masa depanku Juga mungkin masa laluku akan jadi sebaliknya ...

MERINDU

Gambar
Dibuat :  01.55 /  23-02-2014 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Kebisingan membungkam jiwa pengelana Dalam hujan dia hentikan jalan Diam dia bicara dalam mulut yang tergadaikan Dia bersuara hanya untuk dirinya Tak ada orang lain Entah karena ditinggalkan atau meninggalkan Dia disana !! Didepan tungku perapian entah milik siapa Baranya masih menyala Apinya masih tersisa Bara dan api itu ditinggalkan tak dibawa pulang pemiliknya Gubuk petani Disana dia sejenak istirahatkan jasadnya yang lelah Jasad yang bersandar dalam diam Namun fikirannya jauh pergi dalam angan Angan yang merindu teman bicaranya Sang Pengelana merapatkan duduknya Hangat meraba tubuhnya yang kuyup sebab hujan dijalan Hilang sudah badan bergetar Berhenti sudah nafas tak beraturan Dia hangat Dia hanya beristirahat Jauh dalam dadanya dia meyakini Tuhan telah berikan jalan ini Dan dia akan terus telusuri Tidak mencari sebab Tuhan telah berjanji Berusaha mesk...