Postingan

TENTANG RINDU! BUKAN CUMA RINDU.

Gambar
Dibuat  : 23.13 / 31-01-2016 Penulis : Fikih Hidayatulloh Rindu? Terjemahkanlah sendiri! Sesuatu yang indah bagimu atau jadi yang menakutkan tanpa wujud. Rindu bisa jadi apa saja, yang bisa dibayangkan atau sesuatu yang tak terbayangkan. Wujudnya akan tetap ada bukan pada apa dan siapa, wujudnya bisa jadi apa saja yang menguatkan atau justru sebaliknya akan melemahkan. Bukan pilihan bukan yang terbuat tapi yang dibuat, dibuat melebur jadi air,  dibuat membara jadi api atau dibuat hancur jadi abu. Ini tentang rindu! Bukan cuma rindu. Hal yang selalu jadi sulit untuk di gambarkan, tapi dalam dirasakan. Jangan bilang mengerti, jangan juga katakan itu tentang hati, ini tentang hal yang sulit dilogikakan bahkan menghancurkan logika. Yang lemah akan merasa tak berdaya, yang kuat akan merasa bangga dan memanfaatkannya!

MASA INI, MASA KITA KINI

Gambar
Dibuat  : 02.16 /  30-01-2016 Penulis : Fikih Hidayatulloh Kita ada dimasa yang berbeda, kita dipisahkan beragam kata berbuntut perdebatan tanpa akhir kemenangan. Kita biasa berseteru, bahkan dengan orang-orang yang bersentuhan siku beberapa waktu atau hampir ditiap waktu. Entah ada dimana kita... Kata-kata keras begitu mudah terucap dengan lugas lengkap dengan percikan liur kearah wajah bukan musuh mu termasuk aku. Kita sama sadar dan sama tak berkilah ada setan yang merasuki kau, aku dan mereka semua yang berseteru. Kita sama-sama tau, tak ada pembenaran dalam perdebatan yang mulai menjadi kesenangan tiap bertemu, tak ada arti yang sama kita mengerti dari semua ini dan kita sama ketahui tak akan pernah ada kemenangan antara kau juga aku karena kita tidak sedang dalam permainan. Lalu untuk apa? Kadang kita sama sadari ketika waktu mengurung kita sendiri, ketika kita merasakan seolah waktu berhenti dan malam enggan berlalu pergi. Kita akan bicara...

KITA SAMA (Part 2)

Gambar
Dibuat  :  12.35  / 06-12-2015 Penulis : Fikih Hidayatulloh Apa cuma karena aku berjalan tanpa alas kaki selanjutnya kalian anggap aku ini berbeda. Apakah kalian tahu? jauh sebelum ada alas kaki bahkan kita semua sama-sama telanjang dan belum berakal sempurna. Jauh sebelum kita ada pada masa ini, masa yang membuat kita cenderung saling benci dengan tradisi yang saling mencurigai kita sama saling bergantung dan tak saling menghitung. Jika hari ini kalian mebedakan diri karena apa yang kalian miliki, apakah aku harus lakukan hal yang sama agar kita benar-benar tak saling mengerti hingga memiliki tak akan pernah terjadi. Lalu dimana perbedaannya??? Jika saja hanya dari cara tumbuh dan tempat bertumbuh, semua tumbuh dgn cara berbeda, cuma posisi, selebihnya kita sama!

HANYA DAUN USANG

Gambar
Dibuat : 01.07 / 0 2-11-2013 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Terbayang indah runtuhan daun usang kala angin mulai membelai, melayang ia tapi tak terbang, terjatuh tapi bukan saling menjatuhkan. Daun itu usang, ia pergi meninggalkan bukan ditinggalkan, meninggalkan yang hijau dan muda untuk menggantikan meski nanti kembali akan terganti. Mereka disana, ditempat yang sama sebelum daun itu usang, dipucuk ranting yang sarat dengan goncangan dari angin yang kadang amat kencang, hingga tak jarang salah satu atau satu-satu diantara mereka menghilang terbang sebelum usang, entah karena menyerah atau sudah enggan berjuang. Masih tentang angin itu! Angin yang sama ketika daun usang itu harus menghilang diantara daun muda dan dewasa. Angin yang menjadi saksi juga menjadi penyeleksi mereka yang harus terbang karena telah usang juga bagi mereka yang harus terbuang diwaktu yang tak panjang. Angin itu juga bawa sisa-sisa lalu dan bawa pergi entah kemana, ketempat...

TAMAN YANG DITINGGALKAN TEMAN-TEMAN

Gambar
Dibuat : 16.06 / 0 3-12-2015 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Keragu-raguan itu memang memuakan, kalian pasti tau, itu yang membuat aku sejak dulu tak ingin berteman dengan keragu-raguan. Kalian mengenalnya? Mungkin tidak atau juga tidak sepenuhnya, karena memang tak mudah mengenalinya. Meski dia amat sangat dekat kadang, meski dia sering kali ada disini, ditempat kita berdiri saat ini, ditengah taman didepan sebuah perapian dengan bunga yang mengelilingi dan sungai mengalir dibawah jembatan yang kemarin kita seberangi. Dia senang bersembunyi diantara kalian, mengelabui dan diam-diam jadi pengendali. Berhati-hatilah! Keragu-raguan itu tak pernah mati, tak akan pernah dan tak akan pernah berhenti mencari tempat lain untuk bersembunyi. Jika tidak dijembatan tadi mungin dia ada disini ditengah-tengah kita berdiri, atau ada diantara api, disela-sela taman bunga yang mengelilingi atau juga mungkin ada di sepanjang sungai yang sempat kita lalui. Tentang ini aku hanya ingin be...

ITU MIMPI SIAPA?

Gambar
Dibuat : 21.302 / 06-11-2015 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Didedikasikan untuk : "KALIAN" Hei pemimpi, apa kabarmu? Belum terjaga juga kau dari mimpi-mimpi itu, mimpi yang bukan milikmu, bukan juga mimpi orang-orang yang sering ada didekatmu, termasuk aku itu jika aku termasuk yang cukup dekat denganmu. Semoga aku tak mengganggumu, juga semoga saja aku tak membuatmu terjaga di sisa malam itu, meski kuharap itu terjadi agar kau tersadar dan berpikir untuk tidak melanjutkan mimpi-mimpi palsu yang sedang menggaulimu. Lebih dari itu, lebih dari sekedar membuka matamu aku ingin kau bangun dan bersandar pada bantal yang ada di kepalamu, tamparlah wajahmu, jika saja kau mau aku akan membantu sampai terbuka dua mata juga otak-mu. Terserah jika kau anggap sikapku terlalu kasar untukmu. Bangkitlah atau kau lebih memilih melanjutkan tidurmu ketimbang bangun dan habiskan sisa malam dengan secangkir kopi dihalaman rumahmu yang juga menjadi rumahku juga or...

DIMANA NILAI ALASAN?

Gambar
Dibuat : 16.17 / 24-11-2015 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Matahari, lihatlah! Para pembenci dan pemuji itu menatap mu mantap! Keduanya pembenci dan pemuji itu jelmaan yang sama bukan dua rupa, tapi berubah-ubah entah sebab apa. Pembenci itu yang mencaci mu diwaktu tertentu tajam menatap, keras dia bicara dengan rentetan kata tajam bak batu cadas, berbeda dari biasanya, meski terlihat kau berusaha terbiasa karena tidak kali ini saja atau mungkin tidak sekali ini saja dia datang dengan rupa berbedanya. Sangat berbeda! Ini berbeda ketika pagi atau sore tadi datang dan kembali, mentari kau tak akan lihat sosok menakutkan seperti kali ini, atau ketika kabut menyelimuti sebagian bumi yang ia tinggali, juga ketika awan hitam legam itu melintasi tempatnya berdiri, tak sedikit pun terlihat senyum berseri. Ia membagi mu, seolah ia yakini siapa yang benar-benar pergi. Ia memuji mu pagi tadi dan sore nanti solah tak mengenal siapa yang ia caci siang...

MUNAFIK

Gambar
Dibuat :  14.56 /  23-11-2015 Ditulis : Fikih Hidayatulloh Jika saja perpisahan jadi alasan saat ini kalian saling menyakiti, kenapa dahulu kau puja-puja cinta? Ingatlah ketika manis-manis kau begitu banggakan kebahagiaan, ketika jutaan warna kau rasakan, tanpa sungkan sedikit pun kau beritakan kepada banyak orang disekelilingmu. Kau buat seolah-olah ini tontonan! Jika kau anggap ini sebuah kesenangan atau kebanggaan, berbangga hatilah untuk orang yang kau sakiti hatinya. Dia yang kau pernah puja dan miliki, pernah kau jaga, ku dengar tak lagi kini. Bahkan hanya untuk sekedar menghargai. Kau saat ini sama seperti kau kala itu, tak ada yang berbeda. Kau masih tak berpikir, tak pernah sedikit pun kau memikirkan mereka yang cemburu melihat tingkahmu. Tak kau jaga sikap dan bicaramu untuk menjaga hati mereka yang terlalu sering menatapmu atau dia yang pernah jadi milikmu. Kini berharap kau menjadi kau yang berbeda tentu bukan hal yang mudah meski...